Dharma Boutique Roastery: Meresapi Sejarah Kopi Berusia Seabad di Sudut Pecinan Semarang
Tren coffee shop modern berkonsep minimalis atau industrial mungkin sudah sangat menjamur di berbagai sudut kota Semarang. Namun, bagi Anda yang mencari pengalaman ngopi yang tidak biasa—di mana Anda bisa menyeruput kopi sambil menyelami sejarah ratusan tahun—Dharma Boutique Roastery adalah destinasi hidden gem yang tak boleh dilewatkan.
Tersembunyi di kawasan Pecinan Semarang, tepatnya di Jalan Wotgandul Barat No. 14, tempat ini bukan sekadar kedai kopi, melainkan sebuah pabrik roastery (penyangraian kopi) legendaris yang telah melintasi berbagai zaman.

Sejarah Panjang Sejak Era Kolonial (1915)
Jejak Dharma Boutique Roastery merentang jauh ke belakang, melampaui usia kemerdekaan Indonesia. Usaha ini bermula sebagai pabrik kopi bernama Margo Redjo, yang didirikan pada tahun 1915 oleh Tan Tiong Ie. Awalnya, bisnis ini dirintis di kawasan Cimahi/Bandung, sebelum akhirnya dipindahkan ke Semarang—kampung halaman sang pendiri—pada tahun 1924-1926.
Saat ini, tongkat estafet bisnis keluarga ini dipegang oleh generasi ketiga, yaitu Widayat Basuki Dharmowiyono (akrab disapa Pak Basuki). Pada tahun 2017, nama Margo Redjo resmi bertransformasi menjadi Dharma Boutique Roastery. Perubahan nama ini dilakukan untuk mengatasi masalah pembajakan merek lama, di mana kata "Dharma" diambil dari nama belakang keluarga, sementara "Boutique" mewakili konsep pelayanan artisan yang intim dan custom sesuai selera penikmat kopi.
Baru pada tahun 2019, pabrik legendaris ini membuka pintunya sebagai kedai kopi (slow bar) untuk melayani tamu yang ingin minum kopi langsung di tempat.
Mesin Waktu di Lorong Wotgandul

Menginjakkan kaki di Dharma Boutique Roastery bagaikan masuk ke dalam lorong waktu. Berada di sebelah rumah besar bergaya arsitektur kolonial Hindia Belanda, suasananya sangat tenang, teduh, dan sarat akan nilai heritage.
Daya tarik paling magis dari tempat ini adalah pabrik penggilingan kopinya. Pengunjung tidak hanya duduk dan memesan kopi, tetapi juga dipersilakan melihat langsung proses penyangraian biji kopi (roasting). Di area belakang, Anda bisa menemukan mesin roasting raksasa berusia ratusan tahun yang masih dipertahankan! Salah satunya adalah mesin berkapasitas 100 kg yang sudah terpasang dan beroperasi sejak tahun 1927. Menghirup aroma biji kopi yang dipanggang menggunakan mesin antik ini memberikan sensasi magis yang sulit ditemukan di coffee shop modern mana pun.
Kopi Nusantara Kelas Wahid
Di tengah gempuran tren biji kopi impor, Dharma Boutique Roastery dengan tegas menunjukkan idealismenya: 100% Kopi Nusantara. Mereka mengkurasi dan menyangrai sekitar 50 jenis biji kopi asli Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Beberapa bintang utama yang bisa Anda temukan di sini antara lain:
-
Solok Radjo: Kopi Arabika dari Sumatera Barat dengan keasaman yang segar dan aroma floral yang kuat.
-
Liberica Nusantara Wine: Tumbuh di beberapa wilayah Indonesia, biji kopi Liberika ini unik karena meninggalkan aftertaste tropis dengan aroma buah-buahan seperti nangka, pisang, hingga durian.
-
Gayo: Arabika klasik dari Aceh yang diandalkan karena profil rasanya yang bold dan earthy.
Sistem slow bar yang diterapkan membuat barista punya waktu untuk berinteraksi, menjelaskan asal-usul kopi, dan menyeduh pesanan dengan metode manual (manual brew) yang presisi. Menariknya lagi, pengalaman ngopi premium dan bersejarah ini dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong.
Kesimpulan
Bagi pecinta kopi sejati maupun penggemar wisata sejarah, Dharma Boutique Roastery menawarkan sebuah harmoni yang sempurna. Tempat ini membuktikan bahwa dedikasi pada kualitas dan penghormatan pada warisan masa lalu dapat terus relevan hingga hari ini. Jika Anda berkunjung ke Semarang, pastikan menyempatkan diri melipir ke Jalan Wotgandul antara Senin hingga Sabtu (pukul 09.00 - 17.00 WIB) untuk menyesap secangkir kopi sarat makna di rumah roaster tertua ini.